Selamat
bergabung di keluarga Besar Little 1 Academy..
Sebuah keluarga baru yang
mengusung tinggi kasih sayang dan keunikan setiap anak. Terimakasih juga sudah berkenan
membaca surat dari Saya.
Mama dan Papa, Oma
dan Opa, Om
dan Tante,
Terimakasih Anda telah
sepakat dan berjanji untuk meluangkan 2 jam waktu Anda dalam setiap harinya
untuk secara aktif mendampingi
Buah Hati Anda di dalam kelas.
Terimakasih, telah bersungguh-
sungguh dan bersemangat mendampingi setiap
detik berharga yang dilewati Buah Hati Anda. Saya menyampaikan
penghargaan yang sangat tinggi
Bagi Para Orang Tua yang sadar betul arti penting masa Usia Dini ( sejak dalam
kandungan sampai usia 8 tahun)
melalui Program PAUD (Pendidikan Anak
Usia Dini).
Saat Kami menetapkan peraturan
sekolah Bahwa ORANG TUA WAJIB MENDAMPINGI ANAK DALAM SELURUH PROSES BELAJAR,
BERMAIN dan BEREKSPLORASI DI KELAS Banyak Orang Tua
yang bertanya, menolak, berdalih sibuk dan bahkan berdalih menerapkan disiplin
dan kemandirian kepada Anak. Banyak yang bertanya
bukankah anak disekolahkan agar belajar mandiri dan ga cengeng? Bukankah
seharusnya Orang Tua harus tega meninggalkan anak dengan orang baru. Bagaimana
kalau keluarga kami punya cara mendidik yang berbeda. Pertanyaan ini wajar karena begitulah gambaran
sekolah saat ini. Pendidikan
diserahkan kepada Sekolah.
Biasanya saya jawab
pertanyaan-pertanyaan diatas dengan analogi berikut Bayangkan saat Kita
mencuci piring, ketika 'sponge'pencuci piring Kita celupkan ke mangkuk berisi
air sabun, dalam hitungan detik (sangat cepat) 'sponge' itu langsung menyedot,
menyerap semua atau sebagian besar air sabun di mangkok itu. Semua tanpa
terkecuali. Tanpa pilih-pilih. Demikian pula cara kerja pikiran anak Usia Dini.
Seperti Sponge tadi, informasi apapun yang ada dihadapannya akan diserap dan
disimpan. Ya, Betul! Tanpa terkecuali, tanpa pilih-pilih. Dan proses ini berlangsung cepat. Daya serap Otak
Anak mencapai 80% pada usia dibawah 8 tahun, menurun menjadi 50 % diusia
belasan dan terus menurun seiring Usia... Luar biasa ya,
Otak Anak mempunyai kemampuan menyerap apa adanya.
Saya
yakin saya tidak sendirian, banyak Orang Tua juga prihatin kalau membayangkan
kehidupan seorang Anak yang katanya lahir dari Buah Kasih Sayang,
ternyata harus hidup tanpa bimbingan orang tuanya. Di masa
pertumbuhan awal Anak, Orang tua sibuk bekerja, atau orang tua ada namun tidak
memahami Ilmu Parenting. Tidak sedikit Orang
tua menyerahkan pendidikan harian dan Proses Tumbuh kembang Anak kepada Pekerja
Rumah Tangga atau Suster.Dia hidup hanya ditemani ' Mba ' di rumah beserta
tayangan Televisi nonstop yang memperlihatkan drama kehidupan yang berisi kekerasan,
pembodohan dan lain-lain. Tentu saja ini
berpengaruh bagi tumbuh kembang anak.Anak kemudian tumbuh dewasa dan menjadi '
Pribadi lain', yang sering kali tidak sesuai dengan karakter orang tua. Merasa
sedih dan prihatin saja saya rasa tidak akan menyelesaikan masalah. Saya rasa kita harus ikut berperan aktif,
mengambil tindakan nyata agar kita bisa membimbing anak mempersiapkan diri
untuk kehidupan yang layak.
Untuk itulah saya ingin'
mencuri' dua jam saja setiap harinya bagi Orang Tua secara aktif terlibat dalam
kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian sisa
waktu 22 jam dalam sehari berjalan selaras dengan kegiatan parenting yang kami
selipkan di dalam kelas.
Wahhh...,surat saya sudah
terlalu panjang ya. Saya akan kirimkan surat lagi untuk Mama dan Papa yang saya
titipkan di setiap pertemuan.
Semoga kita selalu bisa menjadi
keluarga yang
HAPPY
dan kompak ya...
Salam sayang saya untuk Buah
Hati Anda,
Kak Dewi Hughes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar